AKU LUPA
Oleh: Riza
Wahyuni
Aku lupa dari mana aku diciptakan
Aku lupa untuk apa aku diciptakan
Dan aku lupa akan kemana aku setelah kematian itu tiba
.
Aku lupa, bahwa aku ini hanya makhluk yang berasal dari Allah dan
dia menciptakan ku dari setetes mani.
“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya
dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” (QS.
Yasin : 77)
Sejak membaca ayat itu aku mulai sadar, apa yang harus aku
banggakan? Aku ini hanya makhluk ciptaan yang hina dihadapan-Nya lalu masih
pantaskah aku berjalan di muka bumi ini dengan sombong? Lalu, apa yang aku
miliki hingga aku berani menjadi penentang syariat-syariat Allah?
.
Aku lupa, semua diciptakan pasti ada tujuannya dan untuk apa aku
ini diciptakan. Apakah aku diciptakan hanya untuk mencari uang? Atau aku
diciptakan hanya untuk bersenang-senang? Ternyata tidak!
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
Lalu untuk apa aku sering menggadaikan ibadah ku hanya untuk urusan
dunia? Sedangkan Allah menciptakan aku hanya untuk beribadah kepadanya. Ya
Allah bodoh sekali aku ini
.
Aku lupa, akan kemana aku setelah kematian itu tiba. Aku ini
berasal dari Allah dan otomatis aku pun akan kembali kepada Allah kan?
"Barang
siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat
(balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun,
niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." (Az Zalzalah : 7-8)
Ya, sudah
pasti cepat atau lambat aku akan kembali kepada-Nya. Aku tidak bisa
membayangkan bagaimana nanti aku akan mempertanggung jawabkan apa yang aku
perbuat selama di dunia sedangkan setiap perbuatan akan di mintai pertanggung
jawaban. Ya Allah aku tak berdaya dihadapan mu.
Kini aku mulai sadar bahwa aku
berasal dari Allah yang dia ciptakan dari setetes mani, aku hina dihadapannya
dan aku tak berhak berjalan dengan sombong di muka bumi-Nya. Aku pun mulai
sadar bahwa aku diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya, jadi tidak ada
alasan bagi ku untuk tidak menjalankan segala perintah dan menjauhi segala
larangan-Nya. Dan aku pun mulai sadar bahwa apapun yang aku perbuat akan
dimintai pertanggung jawaban ketika aku menghadap-Nya kelak, maka mulai detik ini
aku mulai bertekad untuk melakukan kebaikan di muka bumi-Nya ini serta menjauhi
segala sesuatu yang dibenci-Nya.
Komentar
Posting Komentar